Rumahnya berada di tengah perkampungan. menuju kesitu harus melewati jalan yang cuma muat sebuah mobil saja. Kalau tidak terbiasa, akan berputar-putar. Bentuk Rumah panggung itu punya halaman tidak terlalu besar, hanya untuk menampung beberapa mobil saja. Di dalam teras rumah, ada sebuah meja bundar, tempat duduk kalau ada tamu kesitu. Sebelah kanan pagar gerbang terlihat 3 Unit sepeda motor besar di pakir, sebelah kirinya ada sebuah Mobil Land Rover Offroad berwarna putih.
"Itu Gudang, kadang-kadang kalau ada yang rusak kita perbaiki. Kita punya mekanik yang mengerti prinsip mesin disini,' Kata Iskandar Hadipriatna menunjuk ke arah Gudang di depan land rover yang di parkir saat ditemui dikediamannya di jalan Keramik, Kampung Monjeng, Neusu, Banda Aceh.
Iskandar Hadipriatna adalah sosok pecinta Motor besar. Dialah orang yang selalu berkeinginan motor besar berkembang di Aceh. Dan di rumah itulah kerap dia dikunjungi tamu pecinta Motor Besar dari berbagai tempat di luar negeri dan Indonesia.
Baginya, menelusuri pelosok Aceh dengan motor besar sangat mengasyikan, apalagi pekerjaan itu dibarengi bakat khusus traveling, pasti menyenangkan. Iskandar yang kini menjabat sekretaris Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh, menyebutkan,dirinya mengenal Aceh justru berkat perjalanan yang dilakukan bersama teman-teman satu Clup Pecinta Motor Besar di Banda Aceh.
Memang bukan waktu yang singkat bagi Iskandar Hadipriatna mengenalkan motor Besar ke publik di Aceh, apalagi motor berkapasitas 400 cc ke atas yang terbilang masih sedikit. Namun berbekal bakat, secara perlahan motor besarpun terangkum dalam 1 wadah bernama Ikatak Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh yang sekarang dipimpin Ketua T. Darmawan.
"Saya hobi saja dengan motor-motor besar ini, selain memang pergaulan," kata Iskandar kepada The atjeh Post, beberapa waktu lalu di Banda Aceh.
Di Aceh, IMBI dikenal dengan sebutan IMBI Pemda Aceh yang dikukuhkan langsung di Solo pada April 2010 silam. Kata Iskandar, Cikal Bakal berdiri IMBI Pemda Aceh diawali dengan keberadaan 7 Unit Yamaha XJ R berkapasitas 400 CC. sekarang jumlah itu tentu bertambah dengan berbagai Merek seperti Harley Davidson, BMW, Honda, Suzuki, Kawasaki, dan Yamaha.
"Itu Gudang, kadang-kadang kalau ada yang rusak kita perbaiki. Kita punya mekanik yang mengerti prinsip mesin disini,' Kata Iskandar Hadipriatna menunjuk ke arah Gudang di depan land rover yang di parkir saat ditemui dikediamannya di jalan Keramik, Kampung Monjeng, Neusu, Banda Aceh.
Iskandar Hadipriatna adalah sosok pecinta Motor besar. Dialah orang yang selalu berkeinginan motor besar berkembang di Aceh. Dan di rumah itulah kerap dia dikunjungi tamu pecinta Motor Besar dari berbagai tempat di luar negeri dan Indonesia.
Baginya, menelusuri pelosok Aceh dengan motor besar sangat mengasyikan, apalagi pekerjaan itu dibarengi bakat khusus traveling, pasti menyenangkan. Iskandar yang kini menjabat sekretaris Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh, menyebutkan,dirinya mengenal Aceh justru berkat perjalanan yang dilakukan bersama teman-teman satu Clup Pecinta Motor Besar di Banda Aceh.
Memang bukan waktu yang singkat bagi Iskandar Hadipriatna mengenalkan motor Besar ke publik di Aceh, apalagi motor berkapasitas 400 cc ke atas yang terbilang masih sedikit. Namun berbekal bakat, secara perlahan motor besarpun terangkum dalam 1 wadah bernama Ikatak Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh yang sekarang dipimpin Ketua T. Darmawan.
"Saya hobi saja dengan motor-motor besar ini, selain memang pergaulan," kata Iskandar kepada The atjeh Post, beberapa waktu lalu di Banda Aceh.
Di Aceh, IMBI dikenal dengan sebutan IMBI Pemda Aceh yang dikukuhkan langsung di Solo pada April 2010 silam. Kata Iskandar, Cikal Bakal berdiri IMBI Pemda Aceh diawali dengan keberadaan 7 Unit Yamaha XJ R berkapasitas 400 CC. sekarang jumlah itu tentu bertambah dengan berbagai Merek seperti Harley Davidson, BMW, Honda, Suzuki, Kawasaki, dan Yamaha.
23.12
dunia Off road












Memiliki kendaraan yang handal di berbagai keadaan jalan tentu saja merupakan sebuah keinginan setiap pemakai kendaraan .
Sejak lama saya melirik beberapa kendaraan yang memiliki penggerak 4×4 yang menurut saya sesuai untuk beberapa medan yang kadang harus saya lalui dalam aktifitas pekerjaan maupun keseharian.
memiliki mesin type f 10 A dengan 4 silinder dan memiliki kapasitas mesin 970 cc .
Saat saya membelinya pun wajah serta keseluruhan dandanan mobil tersebut adalah katana jumbo lengkap dengan dashboard serta jok milik katana hanya saja garden depan tidak mengalami perubahan hanya di lepas kopel yang menghubungkan dari transfer case ke gardan depan.
mendandani kendaraan ini agar memiliki fungsi jelajah yang lumayan baik.
Berawal iseng dengan teman teman sekembali nya dari Sumatra saya mengikuti perjalanan Adventure yang mengakibatkan beberapa per saya patah serta mengalami kerusakan pada shock absorber saya yang masih standar bawaan jimny kemudian akhirnya saya pun merubah serta memperbaikinya sedikit demi sedikit hingga akhirnya mengalami banyak perubahan termasuk memotong body dan mengembalikan sesuai dengan aslinya .

